Pariwisata Gaya Millennial

Secara singkat terjadinya era globalisasi dapat dituturkan sebagai berikut. Era globalisasi diawali oleh era telekomunikasi. Sedangkan era telekomunikasi diawali oleh pengiriman telegram untuk pertama kalinya oleh Samuel Morse (1884) dan yang disusul oleh pengiriman pesan telepon oleh Graham Bell (1876). Kemudian yang terakhir diikuti oleh pembaharuan teknologi lainnya, seperti penemuan gelombang elektromagnet oleh Heinrich Hertz (1880), pembuatan televisi mekanik oleh Paul Nipkow (1884), di samping penyampaian pesan radio untuk pertama kalinya oleh Guglielmo Marconi (1895), penemuan televisi rumah pertama kalinya oleh Philo Farnsforth (1930). Lebih jauh, itu semuanya dilengkapi dengan penemuan televisi siaran (1933) dan penayangan melalui televisi komersial yang pertama (1941).

Era telekomunikasi di atas kemudian disusul oleh era komunikasi interaktif, yaitu era modern yang mengantarkan manusia pada era globalisasi. Era komunikasi interaktif tersebut dimulai dengan penemuan Numerical Integrated Automatic Computer pada University of Pennsylvania (1946), yang kemudian disusul dengan pembuatan transistor oleh William Schockley dkk (1947), pembuatan video tape pertama di Ampex (1956), peluncuran Sputnik oleh Uni Sovyet (1957), peluncuran Apollo XI oleh Amerika Serikat (1969), dan …, di samping pemanduan satelit dan televisi (1975). Era komunikasi interaktif tersebut akhirnya disusul oleh era penyiaran langsung melalui satelit (direct broadcasting satellite, DBS). Era ini agaknya akan merambat ke seluruh dunia, mengingat janin teknologi DBS sudah banyak dikuasai masyarakat yang tanda-tandanya tampak pada pemasangan antena parabola. Sehubungan dengan hal ini orang dapat mengingat akan penayangan-penayangan peristiwa Perang Teluk oleh Cable News Network (CNN) pada tahun 1991 yang lalu.

Pesatnya pertumbuhan penggunaan internet dan penggunaan smartphone saat ini berdampak pada revolusi industri pariwisata berbasis teknologi digital. Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjelaskan tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa pariwisata berbasis digital merupakan instrumen yang baik untuk menarik minat kunjungan dan memobilisasi wisatawan milenial.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started